Majas penegasan
1.
Klimaks
adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut
semakin lama semakin meningkat. Contoh: Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.
semakin lama semakin meningkat. Contoh: Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.
2.
Antiklimaks
adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lama semakin
menurun. Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan
tidak terkenal namanya.
3.
Anastrof
atau Inversi adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat
mendahului subejeknya karena lebih diutamakan. Contoh : Pergilah ia
meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.
4.
Apostrof adalah
gaya bahasa yang berbentuk pengalihan amanat dari para hadirin kepada sesuatu
yang tidak hadir. Contoh : Hai kamu semua yang telah menumpahkan darahmu untuk
tanah air bercinta ini berilah agar kami dapat mengenyam keadilan dan
kemerdekaan seperti yang pernah kau perjuangkan.
5.
Asindeton adalah
gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata
penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan. Contoh :
Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang
melepaskan nyawa.
6.
Kiasmus adalah
gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian, yang bersifat berimbang, dan dipertentangkan
satu sama lain, tetapi susunan frasa dan klausanya itu terbalik bila
dibandingkan dengan frasa atau klausa lainnya. Contoh : Semua kesabaran kami
sudah hilang, lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu.
7.
Elipsis adalah
gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah
dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca. Contoh : Risalah derita yang
menimpa ini.
8.
Litotes adalah
gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri.
Contoh : Mampirlah ke gubukku!
9.
Parifrasis
adalah gaya bahasa yang menggantikan sebuah kata dengan frase atau serangkaian
kata yang sama artinya. Contoh : Kedua orang itu bersama calon pembunuhnya
segera meninggalkan tempat itu.
10.
Prolepsis
atau Antisipasi adalah gaya bahasa dimana orang mempergunakan lebih dahulu
kata-kata atau sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya
terjadi. Contoh : Keua orang tua itu bersama calon pembunuhnya segera
meninggalkan tempat itu.
11.
Koreksio /
Epanortosis adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi
kemudian memperbaikinya. Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf,
silakan makan.
12.
Paradoks adalah
gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun
sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda.
Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.
Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.
13.
Hiperbola
adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan.
Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan.
Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan.
14. Interupsi adalah gaya bahasa yang
menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat
pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat. Contoh : Tiba-tiba
ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.
15.
Eksklmasio adalah
gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi.
Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.
Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.
16.
Enumerasio adalah
beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar
tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas.
Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.
Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.
17.
Antaklasis
18.
Alonim
19.
Kolokasi
20.
Parapima
21.
Preterito
22.
Sigmatisme
Majas
perbandingan
1.
Litotes adalah
gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan
diri. Contoh : Mampirlah ke gubukku!
2.
Hiperbola
adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan.
Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan.
Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan.
3.
Asosiasi
atau Simile adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu dengan keadaan lain
yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya. Contoh : Pikirannya kusut bagai
benang dilanda ayam.
4. Metafora adalah gaya bahasa yang
membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang mempunyai sifat sama.
Contoh : Jantung hatinya hilang tiada berita.
5.
Alegori adalah
gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam.
Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman.
Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman.
6.
Eufimisme qdalah
gaya bahasa penghalus untuk menjaga kesopanan atau menghindari timbulnya kesan
yang tidak menyenangkan. Contoh : Anak ibu lamban menerima pelajaran.
7.
Eponim adalah
gaya dimana seseorang namanya begitu sering dihubungakan dengan sifat tertentu,
sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan suatu sifat tertentu sehingga nama
itu dipakai untuk menyatakan sifat itu. Contoh : Hellen dari Troya untuk
menyatakan kecantikan.
8.
Sinekdoke
- Pars Pro Tato adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagianhal untuk menyatakan keseluruhan. Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya
- Totem Pro Parte adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian. Contoh : Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSi Harimau
- Pars Pro Tato adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagianhal untuk menyatakan keseluruhan. Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya
- Totem Pro Parte adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian. Contoh : Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSi Harimau
9.
Metonimia adalah
gaya bahasa yang menggunakan nama ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang
sebagai pengganti nama diri. Contoh : Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke
sekolah.
10.
Antonomasia
adalah gaya bahasa yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan
seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri
pertemuan ini.
11. Antroprofisme
12. Sinestesia
13. Disfemisme
14. Perifrasan
15. Aptronim
16. Hipokorisme
17. Depersonifikasi
18.
Alusio adalah
gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan. Contoh : Dia manusia yang
tidak tau malu, semut di seberang lautan kelihatan , gajah di sepan mata tak
kelihatan.
Majas tambahan tautotes, episotofora, mesodiposes.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar