ASAL
USUL DESA TANJUNG LALANG
Pada zaman dahulu
kala ketika belanda menjajah orang islam selama 350 tahun. Di banten, ada
seseorang usang yang bernama Usang Lalang, dia merupakan orang banten asli. Karena, tidak ingin dijajah oleh orang belanda
akhirnya ia berlari ke sebuah tempat dimana di pulau sepi dan nama tempatnya
ialah Rimbo Prabumi (sekarang Tanjung Lalang). Di sana masih terdapat
banyak hutan maka dari itu ia hendak membuat tiga dusun, dusun pertama ia kalah
oleh kerenggo. Lalu, pindah ke yang kedua ternyata di sana banyak sinai atau
makhluk halus. Dan akhirnya, ia pindah ke dusun yang ketiga yaitu dikabung atau
oleh orang disebut usang kabung karena di sana ada kabung.
Nama usang kabung
ialah Ropati dan Rojati mereka suami istri dan nama bapaknya yaitu Daneler.
Usang kabung mempunyai tiga saudara, yang pertama usang di tanjung jerem,yang
kedua usang di tanjung tambak, dan yang ketiga memelihara seekor buaya bungkuk
di batang hari kelekar tempatnya di Lubung Besar. Namanya usang kemang di seri
kembang. Usang lalang kemudian menumpang
hidup dengan usang kabung, usang lalang tidak ingin berbuat jahat kepada orang.
Banyak orang yang meminta pertolongan kepadanya, misalnya ada seseorang yang
kehilangan harta bendanya dan menemui usang maka, barang yang hilang itu bisa
di temukan.
Usang lalang
mempunyai anak yang bernama Darussalam. Ia juga mempunyai banyak hewan
peliharaan atau orang dahulu menyebutnya mukjizat yaitu diantaranya Harimau
kumbang, labi-labi burek, burung darah, lipan, dan buaya bungkuk. Memelihara
hewan tersebut dinamakan bedewo. Karena, umur usang lalang yang semakin tua
akhirnya ia meninggal dunia dimakamkan di jambu iler atau di tengah dusun dekat
rumah desa tanjung lalang. Namun, sekarang tidak ada lagi yang memelihara serta
mengurus makam usang lalang tersebut. Nama tanjung lalang sendiri diambil dari nama
usang lalang karena dialah penemu desa tersebut. Akhirnya, orang-orang dahulu
jika hendak pergi ke desa tanjung lalang mereka menjawab ingin sanjo ke
selalang. Tetapi, karena desa tersebut belum mempunyai nama lama kelamaan orang tidak lagi
menyebutnya selalang tapi, tanjung lalang. Begitulah asal mula nama desa
tersebut ada. Rumah-rumah yang ada di desa tanjung lalang dahulu yaitu Limas. Jika yang mendiami rumah tersebut laki-laki maka disebut tengan Hamin
dan jika yang mendiaminya perempuan maka disebut tengan Ngaele.
Mata pencaharian
penduduk desa tanjung lalang yaitu menyadap karet (nampas), berkebun dan
bertani. Desa tanjung lalang sekarang sudah banyak dikenali oleh orang,
walaupun penduduk di desanya masih sedikit dan jauh dari desa-desa lain.
Profesi yang bekerja didesa tersebut rata-rata petani. Di desa tanjung lalang sudah
ada rumah sekolah dan masjid.

Sejarah yang sangat mengispirasi. Yang perlu diketahui oleh anak cucu yang berasal dari desa tanjung lalang . saya bangga busa terlhir dr keluarga besar tanjung lalang
BalasHapus